1 1. Compact disc (CD)
Compact disc, atau sering disebut dengan CD, adalah piringan optikal yang digunakan sebagai media penyimpanan data. Compact disc, dapat dibaca melalui media yang disebut dengan CD ROM atau DVD ROM. Pada awalnya, compact disc hanya digunakan sebagai media penyimpanan audio. Namun seiring dengan perkembangan, media ini digunakan juga sebagai media penyimpanan umum, selain audio. Ukuran compact disc ada beberapa macam, dan secara umum yaitu: berdiameter 12 centimeter, serta untuk ukuran dibawahnya adalah: 8 centimeter. Kapasitas compact disc 700 mb, dan untuk ukuran sekarang 700mb itu dapat dibilang sangat kecil.
Compact disc, atau sering disebut dengan CD, adalah piringan optikal yang digunakan sebagai media penyimpanan data. Compact disc, dapat dibaca melalui media yang disebut dengan CD ROM atau DVD ROM. Pada awalnya, compact disc hanya digunakan sebagai media penyimpanan audio. Namun seiring dengan perkembangan, media ini digunakan juga sebagai media penyimpanan umum, selain audio. Ukuran compact disc ada beberapa macam, dan secara umum yaitu: berdiameter 12 centimeter, serta untuk ukuran dibawahnya adalah: 8 centimeter. Kapasitas compact disc 700 mb, dan untuk ukuran sekarang 700mb itu dapat dibilang sangat kecil.
CD (COMPACT DISC)
CD atau compact disc adalah sebuah piringan
bundar yang terbuat dari logam atau plastik berlapis bahan yang dapat dialiri
listrik, sehingga bersifat magnet. CD juga menyimpan data. Data direkam di
atasnya, kemudian dibaca dari disk dengan menggunakan kumparan pengonduksi yang
dinamakan head. Selama proses pembacaan, head tidak bergerak sama sekali. Sedangkan
piringan disk bergerak di bawahnya. CD ini bisa menyimpan 783 MB informasi
audio pada salah satu sisinya.
·
Bahan Pembuat
Disc terbuat dari bahan polycarbonate yang dilapisi dengan alumunium karena permukaannya yang reflektif. Informasi dilacak dari CD dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang ditempatkan di dalam optical disc player atau drive unit.
Disc terbuat dari bahan polycarbonate yang dilapisi dengan alumunium karena permukaannya yang reflektif. Informasi dilacak dari CD dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang ditempatkan di dalam optical disc player atau drive unit.
·
Cara Kerja CD
Sobat-sobat mau tahu enggak, bagaimana cara kerja sebuah CD? Laser akan menyinari lapisan pelindung yang bening, ketika motor drive di CD player bekerja memutar disc. Laser itulah yang berfungsi melacak dan menampilkan data, baik dalam bentuk suara, gambar, ataupun data yang direkam di salah satu sisi CD.
Nah sejak itulah, kita mulai akrab dengan CD, baik ketika sedang mendengarkan musik, menonton film, ataupun membuka data lain termasuk aplikasi data komputer. Makanya enggak heran, kalau CD dikenal sebagai produk teknologi yang paling berhasil sepanjang sejarah kehidupan manusia. Pada tahun 60-an, Stanford Ovshinsky telah menemukan optical disk. penemuan ini telah mengganti tekhnologi pita casette sebagai storage device. Proses pembuatan CD dengan cara menaruh selembar lapisan plastik yang telah disinari laser. Sinar laser tersebut membentuk lubang berukuran mikro. lubang tersebut membentuk kode yang isinya berupa data. lalu lapisan platik tersebut dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul.data direkam di optical disk dengan cara membakar lubang kecil. oleh karenanya optical disk tidak dapat dihapus. Tapi saat ini sudah diciptakan optical disk yang dapat menulis ulang yang sering kita sebut sebagai CD rewriter. CD-RW tersebut dipelopori oleh perusahaan matsushita di Jepang. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka saat ini juga telah tercipta DVD. proses pembuatannya pun sama. Hanya saja DVD dapat menampung data hingga puluhan GB. Tapi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pula, ini menyebabkan suatu produk dapat dicopy kan ke Cd lain atau dengan kata lain di Bajak. maka perusahaan Sony telah menciptakan optical disk baru bernama Blue Ray.
Sobat-sobat mau tahu enggak, bagaimana cara kerja sebuah CD? Laser akan menyinari lapisan pelindung yang bening, ketika motor drive di CD player bekerja memutar disc. Laser itulah yang berfungsi melacak dan menampilkan data, baik dalam bentuk suara, gambar, ataupun data yang direkam di salah satu sisi CD.
Nah sejak itulah, kita mulai akrab dengan CD, baik ketika sedang mendengarkan musik, menonton film, ataupun membuka data lain termasuk aplikasi data komputer. Makanya enggak heran, kalau CD dikenal sebagai produk teknologi yang paling berhasil sepanjang sejarah kehidupan manusia. Pada tahun 60-an, Stanford Ovshinsky telah menemukan optical disk. penemuan ini telah mengganti tekhnologi pita casette sebagai storage device. Proses pembuatan CD dengan cara menaruh selembar lapisan plastik yang telah disinari laser. Sinar laser tersebut membentuk lubang berukuran mikro. lubang tersebut membentuk kode yang isinya berupa data. lalu lapisan platik tersebut dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul.data direkam di optical disk dengan cara membakar lubang kecil. oleh karenanya optical disk tidak dapat dihapus. Tapi saat ini sudah diciptakan optical disk yang dapat menulis ulang yang sering kita sebut sebagai CD rewriter. CD-RW tersebut dipelopori oleh perusahaan matsushita di Jepang. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka saat ini juga telah tercipta DVD. proses pembuatannya pun sama. Hanya saja DVD dapat menampung data hingga puluhan GB. Tapi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pula, ini menyebabkan suatu produk dapat dicopy kan ke Cd lain atau dengan kata lain di Bajak. maka perusahaan Sony telah menciptakan optical disk baru bernama Blue Ray.
·
Sejarah CD
CD atau compact disc adalah sebuah piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik berlapis bahan yang dapat dialiri listrik, sehingga bersifat magnet. CD juga menyimpan data. Data direkam di atasnya, kemudian dibaca dari disk dengan menggunakan kumparan pengonduksi yang dinamakan head. Selama proses pembacaan, head tidak bergerak sama sekali. Sedangkan piringan disk bergerak di bawahnya. CD ini bisa menyimpan 783 MB informasi audio pada salah satu sisinya lho.
CD atau compact disc adalah sebuah piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik berlapis bahan yang dapat dialiri listrik, sehingga bersifat magnet. CD juga menyimpan data. Data direkam di atasnya, kemudian dibaca dari disk dengan menggunakan kumparan pengonduksi yang dinamakan head. Selama proses pembacaan, head tidak bergerak sama sekali. Sedangkan piringan disk bergerak di bawahnya. CD ini bisa menyimpan 783 MB informasi audio pada salah satu sisinya lho.
Disc terbuat dari bahan polycarbonate yang dilapisi dengan
alumunium karena permukaannya yang reflektif. Informasi dilacak dari CD dengan
menggunakan laser berintensitas rendah yang ditempatkan di dalam optical disc
player atau drive unit. Sobat-sobat mau tahu enggak, bagaimana cara kerja
sebuah CD? Laser akan menyinari lapisan pelindung yang bening, ketika motor
drive di CD player bekerja memutar disc. Laser itulah yang berfungsi melacak
dan menampilkan data, baik dalam bentuk suara, gambar, ataupun data yang
direkam di salah satu sisi CD.
Nah sejak itulah, kita mulai akrab dengan CD, baik ketika sedang
mendengarkan musik, menonton film, ataupun membuka data lain termasuk aplikasi
data komputer. Makanya enggak heran, kalau CD dikenal sebagai produk teknologi
yang paling berhasil sepanjang sejarah kehidupan manusia.
James T. Russell adalah orang yang pertama kali menemukan CD.
Sejak kecil, James dikenal dengan jiwa penemunya. Pada tahun 1937, saat berusia
6 tahun, James membuat remote control untuk kapal perangnya dengan menggunakan
kotak makan siangnya. James juga termasuk orang pertama yang menikmati televisi
dan keyboard sebagai media masukan data ke komputer. James seorang penggila
musik di masa itu. Dia sangat tidak puas dengan kualitas musik yang dihasilkan
keping piringan hitam gramafon (phonograph). Karena penasaran, sampai-sampai
James bereksperimen menggunakan duri kaktus sebagai jarum pembaca piringan
hitam. James sudah menduga kalau hasil eksperimennya sia-sia. James
menginginkan sistem yang akan merekam dan memutar kembali lagi sebuah lagu
tanpa harus kontak langsung antarbagiannya. James melihat bahwa cara terbaik
untuk itu adalah dengan menggunakan cahaya.
Setelah jungkir balik memeras otak selama beberapa tahun,
akhirnya dia menemukan cara menyimpan data dalam piringan sensitif cahaya. Data
ini dimodelkan dalam `bit` cahaya yang sangat kecil. Sebuah sinar laser akan
membaca struktur bit cahaya ini, kemudian komputer akan mengubah data ini ke
dalam sinyal elektronik. Dan untuk pertama kalinya lahirlah compact disc.
Kemudian pada tahun 1970, James menerima hak paten.
Pada tahun 1972, Klass Compaan, seorang ahli fisika di Phillips
Research bersama temannya, Piet Kramer, berhasil menampilkan model video disc
berwarna pertama. Pada waktu itu belum dipublikasikan secara luas karena masih
banyak kelemahannya.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Phillips meluncurkan audio CD
pertama ke pasaran, namun mengalami masalah pada saat proses menerjemahkan
data, sehingga gagal putar. Kemudian pada tahun 1978, Phillips bekerja sama
dengan Sony, dan mengembangkan standar baku untuk memproduksi CD. Dua tahun
kemudian, Phillips dan Sony berhasil meluncurkan audio digital compact disc
dengan standar baku, dan mulai dipasarkan secara resmi di Eropa dan Jepang pada
tahun 1982. Baru pada tahun 1983, CD mulai dipasarkan di Amerika Serikat.
Sobat-sobat, siapa yang sangka ya, kalau CD diciptakan dari
sebuah kegagalan. Ditemukan oleh James T. Russell, seorang ilmuwan bermodal
nekat. Lalu disempurnakan oleh dua raksasa perusahaan elektronik dunia,
Phillips dan Sony. Dan kini, CD menjadi salah satu produk teknologi yang paling
berhasil di dunia.
DVD (DIGITAL VERSATILE DISK)
·
Apa itu DVD
DVD adalah singkatan Digital Versatile Disk. Sebagai informasi,
DVD sempat diberi julukan “Delayed, Very Delayed”. Hal ini disebabkan
lamanya format ini diluncurkan di pasaran. Bahkan berbagai studio film memberi
julukan “Digital Video Disc”. Singkatan ini diubah menjadi Versatile Disk oleh
beberapa aplikasi. Oleh sebab itu untuk menghilangkan ambigu terhadap singkatan
DVD yang ada, forum DVD yang menaungi perkembangan DVD memutuskan untuk
mengunakan nama DVD saja.
·
Sejarah Singkat DVD
Pada awak tahun 1990-an, perusahaan-perusahaan maju yang ikut
serta dalam pengembangan tekologi optik (CD) mengusulkan pengunaan media baru
yang memberikan jaminan akan daya tampung yang lebih besar. Usulan dari
perusahaan-perusahaan akan media baru inilah yang kita kenal dengan nama DVD
sekarang ini. Perusahaan-perusahaan yang peduli akan perkembangan teknologi
optik ini kemudian membentuk suatu konsorsium yang terdiri atas: JVc, Hitachi,
Matsushita, Mitsubishi, Philips, Pioneer, Sony, Thompson, Time-Warner, dan
Toshiba. Tapi, tidak lama kemudian akan aktif lagi dan digantikan dengan
kehadiran forum DVD. Teknologi DVD pertama kali diperkenalkan oleh negara
Jepang pada tahun 1996. Tidak lama kemudian, format ini mulai masuk ke pasar
Amerika dan sekarang telah banyak digunakan di berbagai belahan dunia. Jika
anda cermati, berbagai jenis PC bermerek yang ada di pasaran juga mulai
mengunakan drive DVD bahkan ada juga yang menyertakan DVD writer dibandingkan
mengunakan CD-ROM aau CD Writer.
Format DVD memiliki sejarah yang penuh dengan ketidakpastian
serta mendapat berbagai proses dari berbagai pihak. Format DVD yang menjadi
kontroversial ini diawali oleh berbagai protes yang datang dari studio film
pada tahun 1996. Di mana pada saat itu banyak studio film yang mengkwatirkan
akan kedatangan format ini malah akan menambah jumlah pembajakan akan teknologi
optik seperti halnya CD musik atau film yang dapat dengan mudah didapatkan
dengan harga murah bahkan gratis. Perdebatan antara studio film dengan format
DVD mengakibatkan format ini agak tertunda selama hampir 1 tahun. Setelah itu,
format ini juga mengalami masalah dalam hal format DVD yang berbagai jenis di
pasaran.
·
Keunggulan Teknologi DVD
DVD memang merupakan teknologi yang hebat tapi apa saja
keunggulan yang dimiliki format baru ini? Berikut adalah keunggulan dari DVD :
a)
Kapasitas yang jauh lebih besar, Dengan
daya tampung yang esar maka DVD dapat menyimpan video berdurasi kurang lebih 2
jam dengan kualitas tinggi.
b)
Dukungan terhadap Wide-Screen, Dengan
format ini, anda dapat melihat film layar lebar yang memakai format widescreen
atau biasa disebut layar lebar menguakan aspect ratio (16:3).
c)
Materi yang terstruktur, Video yang
berdurasi lama dapat dibuat lebih terstruktur dengan membagi bagian video dalam
bentuk indeks. Jadi, anda yang mempunyai video kenangan perkawinan, atau video
uang tahun anda dapat langsung melihat atau memutar adegan yang diinginkan
tanpa harus melihat video dari awal atau mengunakan navigasi yang ada ada di
player multimedia.
d)
Video terlihat lebih menarik, Video yang
mengunakan format DVD dapat terlihat lebih menarik karena dapat membuat video
pembuka yang mendukung multimedia seperti roll-over, suara background, label,
slow motion, freeze, fast forward, dll.
e)
Lebih tahan lama, Seperti halnya CD, DVD
mempunyai ketahanan dalam hal pemakaian. Anda tidak perlu kwatir video anda aka
cepat rusak meski sering diputar.
·
Apa itu Format DVD
DVD mempunyai format yang cukup banyak. Akibatnya, DVD belum
mempunyai fomat yang standar. Oleh karena itu, sebelum anda membeli DVD atau
DVD writer, pastikan format tersebut didukung oleh negara kita dan jika ingin
dibawa ke tempat lain pastikan dapat dibukan dengan memilih format DVD yang
sesuai. Berikut berbagai jenis DVD yang ada di pasaran:
a.
DVD-R, Format yang paling banyak
digunakan dibanding yang lain. Dapat dimainkan atau diputar di kebanyakan DVD
Player dan DVD-ROM komputer. Jadi, pastikan jika anda ingin menulis data ke
dalam DVD gunakan format umum yang satu ini.
b.
DVD+R, Format ini mempunyai keunggulan
dalam hal kecepatan. Meski format DVD+R lebih cepat dibanding DVD-R, format ini
belum tentu didukung oleh drive dengan format DVD-R.
c.
DVD+RW (DVD-Re-recordable), Format ini sama
dengan formaDVD-R, perbedaan DVD-RW dapat ditulis berulang hingga 1000 kali.
d.
DVD+RW (DVD+Rewritable), Format ini lebih
diarahkan digunakan untuk kebutuhan seperti real time video recording. Format
ini dapat ditulis hingga 1000 kali.
e.
DVD±R, Bukan merupakan salah satu jenis
format DVD, melainkan drive yang dapat memainkan standar DVD-R/W dan DVD+R/W.
f.
DVD-RAM (DVD-Random Access
Memory), Format yang bekerja layaknya flash disk atau disket. Kekurangan
dari format ini adalah DVD-RAM hanya bisa diakses oleh drive DVD-RAM.
g.
DVD-Video, Format ini dipakai pada video
dengan musik, kualitas pada video yang ditawarkan baik itu video maupun audio,
tajam, dan jernih. Namun, DVD-Video tidak memberikan kualitas audio sebagus
format DVD-Audio atau SCAD.
h.
DVD-Audio, Ditujukan untuk data audio
dengan kualitas tinggi dengan dukungan suara surround. Format ini mampu
menampung file musik kualitas tinggi selama 74 menit.
i.
SACD (Super Audio CD), Format ini
memberikan kualitas audio yang tinggi. Untuk itu, DVD yang mengunakan format
SACD tidak bisa dimainkan di player dengan format DVD Video.
·
Kapasitas DVD
|
Format
|
Capacity
|
Approx. Movie Time
|
|
Single-sided/single-layer
|
4.38 GB
|
2 hours
|
|
Single-sided/double-layer
|
7.95 GB
|
4 hours
|
|
Double-sided/single-layer
|
8.75 GB
|
4.5 hours
|
|
Double-sided/double-layer
|
15.9 GB
|
Over 8 hours
|
·
Apa itu Dual Layer
Sekeping DVD yang mengunakan teknologi single layer pada umumnya
dapat menampung data sebesar 4,7 GB. Tetapi dengan perkembangan teknologi yang
lebih hebat. Sekeping DVD dapat menampung data hingga 17 GB. DVD jenis ini
mengunakan teknologi double-sided dan double layered.
Sekeping DVD degan teknolgi single-sided double-layered dapat menampung data
hingga 8,5 GB.
Tahukan
Anda?
DVD yang anda lihat
dengan mata telanjang terlihat jalur data berbentuk spiral. Pada sekeping DVD
yang mengunakan teknologi single layer, jalur data dimulai dari lingkaran
paling dalam ke lingkaran luar. Data yang dimasukan ke DVD sangatlah kecil.
Dimana setiap jalur dengan ukuran sekecil itu tedapat banyak jalur dalam
sekeping DVD. Jika anda menarik garis lurus dari data yag ada di sekeping DVD,
akan terdapat jalur sepanjang 7,5 mil! Yang artinya pada DVD yang mengunakan
double sided-double layer, garis lurus berupa data yang membentang akan lebih
jauh lagi yaitu, sepanjang 30 mil atau 48 km.


